Minggu, 15 November 2015

DILAN : Dia adalah Dilanku Tahun 1991 (Review)



Pada artikel yang belum lama ini saya tulis, saya telah menuliskan review mengenai novel berjudul DILAN : Dia adalah Dilanku Tahun 1990 atau dapat dikatakan sebagai buku pertama dari novel DILAN. Untuk review yang akan saya tulis ini, merupakan lanjutan dari novel tersebut atau disebut sebagai buku keduanya. Pasca membaca buku  pertamanya, cerita yang menarik membuat saya ingin segera membaca lanjutan kisahnya di buku kedua. Bagi yang ingin tahu review buku pertama DILAN, bisa mengunjungi artikel saya di sini : DILAN : Dia adalah Dilanku Tahun 1990

Secara garis besar, novel DILAN menceritakan kisah cinta sepasang remaja tingkat SMA, yakni MILEA sang tokoh utama wanita di novel ini, sementara DILAN menjadi tokoh utama pria. Pada buku  pertama, diceritakan tentang awal mula pertemuan MILEA dan DILAN hingga akhirnya pacaran. Indahnya masa-masa pdkt, digambarkan dengan baik di buku pertama. Untuk buku keduanya, cerita lebih mengarah kepada konflik yang terjadi saat MILEA dan DILAN pacaran. Seolah-olah kita sebagai pembaca diajak untuk mengenal lebih jauh sosok DILAN lebih dari sekedar sosok yang menyenangkan seperti di buku pertama. Ibarat orang pacaran, kita akan mengenal lebih dalam pasangan kita saat sudah pacaran dibanding saat pdkt. Konflik yang diceritakan seputar aktivitas DILAN sebagai anak geng motor, hubungan DILAN dengan keluarganya, hingga karakter DILAN saat menghadapi masalah antara dirinya dengan MILEA. Munculnya beberapa tokoh baru, juga cukup memberikan bumbu konflik yang sangat sedap pada buku ini. Kejutan tak terduga juga tersaji pada novel ini. 

Beberapa pembaca yang sudah membaca novel ini ada yang merasa gregetan serta merasa 'gantung' pada ending-nya. Opini pembaca pasti akan berbeda-beda. Menurut saya, buku kedua DILAN ini jauh lebih serius konfliknya dibanding buku pertamanya. Bagi yang sudah membaca buku pertamanya, highly recommended buat baca buku keduanya. Bagi yang belum baca sama sekali, saya sarankan agar membaca dari buku pertamanya. Buku ketiganya? Mungkin sedang digarap oleh sang penulis, yakni Pidi Baiq sekaligus menjawab pertanyaan para pembaca yang bertebaran usai membaca buku keduanya. 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan komentar anda di kolom ini !