Jumat, 31 Januari 2014

The Impossible (Review)



Salah satu film bertemakan disaster atau bencana yang menurut saya cukup bagus untuk dilihat adalah 'The Impossible'. Film ini diangkat dari true story yang menceritakan tentang perjuangan sebuah keluarga korban tsunami di kawasan Asia Tenggara, 26 Desember 2004. Mereka harus terpisah selama beberapa hari sebelum akhirnya kembali dipertemukan di sebuah rumah sakit. Cerita ini dimulai dari pasangan suami istri, yakni Maria dan Henry beserta ketiga anaknya, Lucas, Thomas dan Simon yang sedang mengadakan liburan ke salah satu pantai yang berada di Thailand. Di sana mereka merayakan natal serta bermain-main di sekitar wilayah pantai dan penginapan. Pada tanggal 26 Desember 2004, keluarga tersebut sedang bermain di kolam renang tempat mereka menginap. Keluarga tersebut dan orang-orang di sekitar mereka tiba-tiba merasakan getaran dan suara gemuruh yang semakin mendekat ke arah mereka. Tanpa ada yang menyadari, gelombang air atau yang lebih dikenal sebagai gelombang tsunami langsung menuju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka pun tersapu oleh gelombang tsunami dengan sangat cepat. Maria dan Henry beserta ketiga anaknya pun tak luput dari bencana ini.

Cerita dilanjutkan mengenai perjuangan Maria dan Henry beserta keluarganya untuk bertahan hidup. Mereka terpisah satu sama lain akibat terjangan tsunami yang baru saja melanda. Maria hanya mampu menemukan salah satu anaknya (Lucas) ketika berusaha berenang menuju tempat yang lebih tinggi. Maria yang mengalami luka parah, berjuang bersama Lucas menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Di tempat lain, Henry selamat bersama kedua anaknya yang lain. Akan tetapi, Henry mencemaskan Maria dan Lucas yang ia pun tak tahu kabarnya. Henry pun berjuang untuk menemukan mereka dengan mengunjungi beberapa tempat pengungsian serta melihat beberapa korban yang tergeletak di tempat kejadian bencana. Setelah mencari ke banyak tempat, akhirnya Henry berhasil menemukan Maria dan Lucas di salah satu rumah sakit. Bagian tersebut merupakan bagian yang paling menyentuh untuk disimak.

Secara keseluruhan, film ini sangat bagus untuk dilihat. Film ini menggambarkan situasi yang terjadi ketika bencana tsunami melanda kawasan Asia Tenggara 2004 lalu sehingga membuat kita tahu seperti apa kedahsyatan tsunami, perasaan para korban, perjuangan para korban untuk bisa selamat dan bagaimana rasanya berkumpul kembali dengan keluarga serta kepedulian terhadap sesama. Nilai moral tinggi juga ditunjukkan pada film ini ketika Maria menyuruh anaknya (Lucas) untuk mencoba menolong orang lain meskipun keadaan mereka sendiri sedang terdesak. Secara keseluruhan, saya memberi nilai 8.5/10 untuk film ini. Kalo dilihat dari rating IMDB, film ini mencapai rating 7.6/10. Pokoknya recomended lah ini film. Oke, sekian review dari saya mengenai film ini. Semoga bermanfaat!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan komentar anda di kolom ini !