REVIEW NOVEL HUJAN

Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.

FT : MU vs ARSENAL 3-2

MU sukses meraih tiga poin setelah sukses mengalahkan Arsenal. Marcus Rashford, pemain berusia 18 tahun menjadi bintang dengan mencetak dua gol dan sat assist.

AYAT-AYAT CINTA 2

Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.

FT : SUNDERLAND VS MU 2-1

Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.

DILAN

Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.

FT : CHELSEA vs MU 1-1

Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Jumat, 31 Januari 2014

The Impossible (Review)



Salah satu film bertemakan disaster atau bencana yang menurut saya cukup bagus untuk dilihat adalah 'The Impossible'. Film ini diangkat dari true story yang menceritakan tentang perjuangan sebuah keluarga korban tsunami di kawasan Asia Tenggara, 26 Desember 2004. Mereka harus terpisah selama beberapa hari sebelum akhirnya kembali dipertemukan di sebuah rumah sakit. Cerita ini dimulai dari pasangan suami istri, yakni Maria dan Henry beserta ketiga anaknya, Lucas, Thomas dan Simon yang sedang mengadakan liburan ke salah satu pantai yang berada di Thailand. Di sana mereka merayakan natal serta bermain-main di sekitar wilayah pantai dan penginapan. Pada tanggal 26 Desember 2004, keluarga tersebut sedang bermain di kolam renang tempat mereka menginap. Keluarga tersebut dan orang-orang di sekitar mereka tiba-tiba merasakan getaran dan suara gemuruh yang semakin mendekat ke arah mereka. Tanpa ada yang menyadari, gelombang air atau yang lebih dikenal sebagai gelombang tsunami langsung menuju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka pun tersapu oleh gelombang tsunami dengan sangat cepat. Maria dan Henry beserta ketiga anaknya pun tak luput dari bencana ini.

Cerita dilanjutkan mengenai perjuangan Maria dan Henry beserta keluarganya untuk bertahan hidup. Mereka terpisah satu sama lain akibat terjangan tsunami yang baru saja melanda. Maria hanya mampu menemukan salah satu anaknya (Lucas) ketika berusaha berenang menuju tempat yang lebih tinggi. Maria yang mengalami luka parah, berjuang bersama Lucas menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Di tempat lain, Henry selamat bersama kedua anaknya yang lain. Akan tetapi, Henry mencemaskan Maria dan Lucas yang ia pun tak tahu kabarnya. Henry pun berjuang untuk menemukan mereka dengan mengunjungi beberapa tempat pengungsian serta melihat beberapa korban yang tergeletak di tempat kejadian bencana. Setelah mencari ke banyak tempat, akhirnya Henry berhasil menemukan Maria dan Lucas di salah satu rumah sakit. Bagian tersebut merupakan bagian yang paling menyentuh untuk disimak.

Secara keseluruhan, film ini sangat bagus untuk dilihat. Film ini menggambarkan situasi yang terjadi ketika bencana tsunami melanda kawasan Asia Tenggara 2004 lalu sehingga membuat kita tahu seperti apa kedahsyatan tsunami, perasaan para korban, perjuangan para korban untuk bisa selamat dan bagaimana rasanya berkumpul kembali dengan keluarga serta kepedulian terhadap sesama. Nilai moral tinggi juga ditunjukkan pada film ini ketika Maria menyuruh anaknya (Lucas) untuk mencoba menolong orang lain meskipun keadaan mereka sendiri sedang terdesak. Secara keseluruhan, saya memberi nilai 8.5/10 untuk film ini. Kalo dilihat dari rating IMDB, film ini mencapai rating 7.6/10. Pokoknya recomended lah ini film. Oke, sekian review dari saya mengenai film ini. Semoga bermanfaat!

Selasa, 21 Januari 2014

Manchester United : Lost of Power

Senin, 20 Januari 2013

Senin dinihari, pertandingan antara Manchester United vs Chelsea yang berlangsung di Stamford Bridge usai. Kedudukan akhir, Chelsea menang dengan skor 3-1. Hasil ini membuat Chelsea tetap berada pada persaingan perburuan gelar di peringkat ketiga, tertinggal dua angka dari Arsenal. Sementara MU, tertahan di peringkat tujuh dan semakin tertinggal jauh dari Arsenal. Selain itu, Mourinho sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan Chelsea di Stamford Bridge selama di bawah asuhannya. Samuel Eto'o sukses mencetak hattrick ke gawang MU. Gol balasan MU dicetak oleh Chicarito.

Sebagai fans MU, jujur gw kecewa banget sama penampilan mereka musim ini. Dulu, setiap MU tanding gw semangat banget buat nonton. Berbeda sama sekarang, penampilan MU yang gak konsisten, bikin gw rada males nonton mereka. Mulai dari pertama kali gw suka sama klub ini, gw kira ini adalah musim terburuk yang pernah gw liat. Bayangin aja, sekarang mereka masih nangkring di posisi 7 tertinggal 14 poin dari Arsenal di puncak klasemen.

Banyak pihak menyalahkan David Moyes sebagai dalang utama dari penampilan MU yang inkonsisten hingga saat ini. Namun secara statistik, kiprah David Moyes di tahun pertamanya masih lebih baik dibandingkan para pendahulunya yakni Sir Alex dan Sir Mat Busby. Well, sepakbola modern seperti sekarang ini pasti menuntut prestasi sehingga banyak pihak yang tidak terlalu mementingkan statistik seperti itu. Lalu, benarkah semua yang terjadi menjadi kesalahan David Moyes semata?

Memang, sebagai pelatih baru Moyes butuh adaptasi terhadap pekerjaan barunya, apalagi pekerjaan yang diberikan adalah sebuah pekerjaan terbesar sepanjang karir kepelatihannya. Gw pun memaklumi bahwa memang Moyes mungkin butuh waktu untuk membuat MU kembali perkasa. Para fans MU pun masih percaya bahwa Moyes bisa menyusul jejak Sir Alex, walaupun banyak juga yang sudah sakit hati melihat tim kesayangannya kalah terus. Tapi, setelah gw lihat-lihat banyak loh pelatih baru di klub hebat namun klub tersebut tetap terjada kehebatannya. Lihat saja Pep Guardiola, Manuel Pellegrini, Jose Mourinho, Roberto Martinez dan sebagainya. Pep sukses membawa Munich tetap perkasa sebagai penguasa Bundesliga. Sementara Jose Mourinho yang reuni dengan Chelsea, sukses mempertahankan Chelsea sebagai salah satu kandidat juara Liga Primer. Manuel Pellegrini yang menangani tetangga MU, yakni Man. City, perlahan mulai menunjukkan konsistensinya yang saat ini duduk di posisi runner up Liga Inggris. Sementara Everton yang ditangani Martinez, tetap menjadi kuda hitam yang disegani di Liga Inggris dan sekarang duduk di peringkat keenam. Lalu, bagaimana Moyes? Anda bisa lihat sendiri.

Setelah gw pikir-pikir, memang kesalahan tidak hanya terletak pada Moyes. Menurut gw, para pemain MU juga memiliki peran hingga menyebabkan MU seperti sekarang ini. Pada era Sir Alex, skuad memang banyak diisi pemain muda yang menjanjikan masa depan MU seperti Tom Cleverley, Danny Wellbeck, Nick Powell, W. Zaha, A. Henriquez dan sebagainya. Kemudian ada beberapa pemain senior yang menjadi tulang punggung seperti Van Persie, Wayne Rooney, Michael Carrick, Nemanja Vidic, Patrice Evra dan Rio Ferdinand. Pemain-pemain tersebut menjadi kunci dari kesuksesan MU pada musim sebelumnya. Namun dapat dilihat pada musim ini, banyak sekali pemain kunci MU yang mengalami cedera sehingga Moyes pun semakin sulit menentukan pilihan. Van Persie dan Rooney yang hingga kini belum kembali bermain, Nani pun mengalami masalah yang sama, dan beberapa pemain lain seperti Jones, Rafael, Carrick, Ferdinand dan Vidic yang sempat absen dalam beberapa pertandingan. Gw rasa kalo pemain-pemain MU gak cedera, mungkin MU gak akan seburuk sekarang.

Selain itu, memang MU kehilangan kreativitas serangan. Permainannya sangat monoton dengan selalu menyerang dari sayap. Masalah ini memang sebenarnya sudah terjadi sejak Sir Alex masih menangani MU. Bahkan kalo gw pikir-pikir, kadang bingung juga gw padahal waktu era Sir Alex MU juga kurang kreatif dan lebih menyerang lewat sayap tapi tetap aja keren. Gelandang-gelandang tengah MU minim banget kreativitasnya. Padahal, gw dulu berharap Tom Cleverley bisa jadi bintang masa depan, namun sejak ia cedera penampilannya tak kunjung membaik. Hal yang sama juga ada pada Anderson. Harapan pun muncul ketika Fletcher sembuh dari sakitnya. Gw pun berharap apabila ia diduetkan dengan Carrick lebih sering, mungkin lini tengah MU akan kembali bagus.

Selanjutnya pemain sayap. Sejauh ini pemain sayap yang bermain konsisten adalah Adnan Januzaj dan Antonio Valencia. Young, Nani, Kagawa, masih tampil angin-anginan. Padahal, sayap adalah salah satu kunci permainan MU. Gw rasa, MU perlu menemukan amunisi di sektor ini, entah membeli pemain baru atau memberi kesempatan pada pemain muda seperti Zaha dan Lingard.

Lanjut ke sektor penyerang. Bisa dibilang MU termasuk klub yang memiliki stok penyerang cukup banyak. Ada Van Persie, Rooney, Wellbeck, dan Chicarito. MU juga memiliki Henriquez sebagai pemain masa depan. Entah kenapa, dalam beberapa pertandingan MU sangat kesulitan mencetak gol. Di Liga Inggris pun, MU hanya duduk di peringkat kelima dalam urusan mencetak gol. Penyebabnya mungkin karena kurangnya kreatifitas serangan yang dibangun dari tengah. Cederanya Van Persie dan Rooney juga menjadi penyebab berkurangnya produktivitas gol MU saat ini.

So, gimana solusinya? Menurut gw, Moyes perlu segera mencari penambal para pemain tua seperti Evra, Vidic, Ferdinand, dan Carrick. Mungkin dengan mengorbitkan pemain muda ataupun membeli pemain baru. Kemudian mencari seorang gelandang kreatif di lini tengah MU. Untuk lini depan menurut gw gak usah dirombak. Ketika Rooneydan Van Persie sembuh, gw rasa kran gol MU akan kembali mengucur. Mari kita lihat perkembangan MU ke depannya. Dalam waktu dekat, MU akan menghadapi pertarungan hidup mati dengan Sunderland pada semifinal Capital One Cup, Kamis dinihari. So, let's we see !

Jumat, 03 Januari 2014

Negeri di Ujung Tanduk (Quotes)


Setelah membaca novel 'Negeri di Ujung Tanduk' karangan Tere Liye, berikut ini beberapa quotes yang cukup menarik untuk disimak.

".... kita sebenarnya sedang berperang melawan kezaliman yang dilakukan kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita yang mengambil keuntungan karena memiliki pengetahuan, kekuasaan, atau sumber daya. Jika kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan. Ini negeri di ujung tanduk ..."

"... masalah terbesar bangsa kita adalah penegakan hukum. Hanya itu. Sesederhana itu. Kita tidak hanya bicara soal soal hukum dalam artian sempit, seperti menangkap orang-orang jahat. Melainkan hukum secara luas, yang mengunci sistem agar berjalan lebih baik, membuat semua orang merasa nyaman dan aman. Jika hukum benar-benar ditegakkan di muka bumi negeri ini, banyak masalah bisa selesai dengan sendirinya"

"Siapa yang sebenarnya memiliki sebuah partai politik, hadirin sekalian? Siapa? Bukankah banyak partai yang dikuasai elitenya saja. Apa kata elite, semua harus ikut. Jika elite pimpinan partai bilang A, semua anggota harus bilang A. Jika menolak, ditendang dari kepengurusan, disingkirkan. Saya sungguh bingung dengan pertanyaan ini, karena kenyataannya, sebaliknya,, siapa yang bekerja paling besar untuk kemajuan partai? Apakah mereka? Ratu? Presiden direktur? Elite partai?" ....... Bukankah kita semua, kader paling hina, yang bekerja keras siang-malam untuk partai? Kita sumbangkan uang untuk partai. Kita urunan untuk menyewa bus agar bisa menghadiri rapat terbuka. Kita mengeluarkan uang yang kita miliki demi perjuangan. Lantas siapa yang menikmatinya, hah? Siapa yang tertawa? Siapa?"

"Jarak antara akhir yang baik dan akhir yang buruk dari semua cerita hari ini hanya dipisahkan oleh sesuatu yang kecil saja, yaitu kepedulian"

"Kepedulian kita hari ini akan memberikan perbedaan berarti pada masa depan. Kecil saja, sepertinya sepele, tapi bisa besar dampaknya pada masa mendatang. Apalagi jika kepedulian itu besar ..."

"Kau tahu nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bertahan, tidak hancur, dia jsutru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya. Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang yang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh"
"Di negeri di ujung tanduk, kehidupan semakin rusak. Bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di negeri di ujung tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan. Bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian. Tapi di negeri di ujung tanduk, setidaknya kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan"
Kemudian, ada sebuah nasihat yang menarik dalam novel ini.

Kata papa, bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita, jangan pernah berhenti  peduli. Walaupun terfitnah kejam keluarga kita, hingga rasanya sakit menembus relung hati, jangan pernah berhenti berbuat baik.
Anak-anakku, jadilah orang-orang yang berdiri gagah di depan, membela kebenaran dan keadilan. Jadilah orang-orang yang berdiri perkasa di depan, membantu orang-orang lemah dan dilemahkan. Atau jika tidak, berdirilah di belakang orang-orang yang melakukannya, dukung mereka sekuat tenaga.
Maka, seluruh kesedihan akan diangkat dari hati, seluruh beban akan terasa ringan. Karena akan tiba massanya orang-orang terbaik datang, yang bahu-membahu menolong dalam kebaikan. Akan tiba massanya orang-orang dengan kehormatan hadir, yang memilih jalan suci penuh kemuliaan.
Percayalah. Dan jangan pernah berhenti percaya, meski tidak ada lagi di depan,belakang, kiri kananmu yang tetap percaya.

Itulah beberapa quotes menarik yang dikutip langsung dari novel 'Negeri di Ujung Tanduk' karangan Tere Liye. Semoga dengan membacanya, dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua.  

Negeri di Ujung Tanduk (Review)


Happy new years bloggers! Selamat Tahun Baru semuanya. Tahun baru, semangat baru, dan senantiasa membuat diri kita semakin baik ke depannya. Semoga semua target yang kita buat di tahun ini bisa tercapai. Amiin. Okay bloggers, kali ini saya mau sedikit share mengenai novel karangan Tere Liye yang berjudul 'Negeri di Ujung Tanduk'. Novel ini merupakan lanjutan dari novel Tere Liye lainnya yang berjudul 'Negeri Pada Bedebah'. Novel 'Negeri di Ujung Tanduk' baru aja selesai saya baca dua hari yang lalu. Ini merupakan novel Tere Liye pertama yang saya baca. Setelah mendengar pendapat beberapa orang bahwa novel-novel Tere Liye bagus, saya pun ingin mencoba membaca salah satunya. Ketika beberapa kali berkunjung ke Gramedia, ada beberapa novel Tere Liye yang cukup menggoda saya seperti 'Sunset Bersama Rosie', Negeri Para Bedebah', 'Negeri di Ujung Tanduk', 'Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin' dan sebagainya. Namun, karena ingin membeli buku yang lain pada akhirnya saya tidak jadi membelinya. Kemudian saya memutuskan untuk meminjam salah satu novel Tere Liye dari teman dan ia meminjamkan 'Negeri di Ujung Tanduk'. Ia pun mengatakan sebaiknya saya membaca 'Negeri Pada Bedebah' terlebih dahulu sebelum membaca 'Negeri di Ujung Tanduk'. Namun nasehatnya saya abaikan dan langsung membaca novel 'Negeri di Ujung Tanduk'

Okay, langsung aja saya ke cerita tentang novelnya. Novel ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Thomas yang bekerja sebagai konsultan politik. Ia mendirikan kantor sendiri bersama orang-orang kepercayaan yang ia pilih sendiri. Ia juga sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar tertentu. Bahkan, pada novel ini ia menghadiri suatu konferensi di Hongkong. Reputasinya di dunia politik cukup dikenal banyak orang. Teman-teman media dan wartawan pun sangat segan kepadanya. Pada novel ini juga diceritakan bahwa ia baru saja memenangkan dua pemilihan gubernur bersama kliennya dan saat ini ia sedang berusaha untuk memenangkan salah seorang kliennya yang berinisial JD untuk menjadi calon presiden dari sebuah partai. Thomas memilih mendukung JD karena ia tahu bahwa JD adalah calon presiden yang bersih dan jujur serta bertekad untuk benar-benar menegakkan hukum. Apabila kliennya mampu menjadi calon presiden dari partai tersebut, ia sangat yakin bahwa kliennya akan menjadi kandidat kuat untuk menjadi presiden pada pemilu nanti dan dapat memberikan masa depan yang cerah untuk Indonesia. Penentuan calon presiden partai ditentukan melalui konvensi yang akan digelar partai tersebut dalam beberapa hari ke depan. Thomas dan teman-temannya di kantor pun berjuang mati-matian untuk dapat mewujudkan hal tersebut.

Konflik yang ada pada novel ini bagi saya cukup menegangkan. Pada umumnya, novel-novel yang ada saat ini cenderung lebih mengisahkan tentang percintaan, persahabatan ataupun misteri. Namun,
novel ini menceritakan tentang dunia politik dan kegelapannya yang berkaitan dengan mafia hukum. Bagi saya novel ini berbeda dengan novel-novel yang pernah saya baca sebelumnya. Konfliknya mengarah pada bagaimana orang-orang yang tidak menyukai ataupun tidak setuju kepada JD, melakukan segala cara untuk menggagalkan JD menjadi calon presiden. Mereka memulainya dari difitnahnya Thomas yang dituduh sebagai pembawa barang ilegal yang berisi narkoba dan senjata ketika ia sedang berada di Hongkong hingga tuduhan korupsi sebuah proyek yang ditujukan kepada JD. Thomas pun berulang kali harus kabur dari kepungan kepolisian yang mendapat kabar fitnah tersebut. Thomas harus berusaha kabur ketika ia ditangkap oleh kepolisian Hongkong, kemudian kembali ke Indonesia dan di tanah air pun ia harus berlari ke sana kemari untuk dapat menghindar dari kepungan polisi. 

Konflik berlanjut tentang bagaimana usaha Thomas mengungkap orang-orang yang bekerja untuk menggagalkan JD menjadi calon presiden. Ia percaya bahwa JD tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang telah dituduhkan. Ia pun menghubungkan bahwa kegiatan ini berhubungan dengan sebuah jaringan besar dan terstruktur yang kemudian disebut sebagai mafia hukum. Dalam usahanya, Thomas dibantu oleh seorang wartawan bernama Maryam yang ia temui di Hongkong, Maggie yang merupakan asisten di kantornya, Kris dan kawan-kawan yang merupakan orang-orang IT yang bertugas untuk menganalisa data dan informasi untuk mengungkap kasus serta beberapa tokoh penting lain yang ada pada novel ini. Kesimpulan diperoleh bahwa segala fitnah yang telah ada dikerjakan oleh sebuah jaringan yang besar dan terencana yang disebut sebagai mafia hukum. Setelah melakukan analisa secara mendalam, diketahui bahwa orang-orang yang terlibat mafia hukum tersebut ternyata meliputi pejabat tertinggi badan penyelidik kepolisian, petinggi partai yang sama dengan partai JD, anggota DPR, pejabat pemerintahan, birokrat kelas bawah, bintara polisi, jaksa, hakim dan beberapa pengusaha. Klimaks pun terjadi ketika Thomas dan kawan-kawan bertarung melawan mafia hukum tersebut. Pertarungan strategi kedua kubu tersebut sangat menarik untuk diikuti. Top markotop pokoknya. Untuk lebih tahu bagaimana ceritanya, saya sangat merekomendasikan untuk membaca novel ini dan kalau perlu dibuat film. Jarang-jarang film Indonesia bertema seperti ini, apalagi bakal ada adegan action-nya. Mari kita tunggu industru film tertarik dengan cerita di novel ini.

Secara keseluruhan saya menyukai novel ini, mulai dari alur ceritanya, konflik di dalamnya, setting, dan pesan moral yang ada di dalamnya. Novel ini seolah menceritakan kepada kita bagaimana sisi gelap dunia politik yang berkaitan dengan mafia hukum yang mungkin saja memang benar adanya pada kehidupan kita. Apalagi di tahun ini kita akan menghadapi pemilu 2014 untuk pemilihan presiden dan wakilnya. Tampaknya, kita harus lebih berhati-hati dalam memilih dan menangkap informasi yang diberitakan di media. Apabila salah, mungkin saja presiden yang kita pilih nanti bukanlah presiden yang bekerja untuk rakyat namun bekerja hanya untuk golongannya, semoga tidak akan terjadi di Indonesia. Selain itu, novel ini juga memberikan pesan bahwa kita harus peduli atas segala kejadian yang ada. Segala peristiwa buruk yang sedang terjadi, apabila kita tidak peduli akan menjadi semakin buruk. Untuk memperbaikinya, kita harus peduli dan berusaha membuat perbaikan bukan mengabaikan.

Setelah membahas sisi positifnya, ada beberapa hal yang tidak saya sukai pada novel ini. Karakter tokoh utama Thomas tampaknya terlalu sempurna dan selalu diliputi oleh keberuntungan. Bayangkan, ia beberapa kali sukses melarikan diri dari kepungan polisi setelah bertemu dengan beberapa tokoh secara kebetulan. Hal ini terjadi beberapa kali ketika ia kabur dari Hongkong, kabur dari salah satu penjara di tanah air serta peperangan puncak ketika melawan mafia hukum di sebuah kapal. Walaupun ini fiksi, tapi lebih seru kayaknya apabila semua tidak terjadi secara kebetulan. Rekomendasi dari saya, alangkah baiknya sebelum membaca novel 'Negeri di Ujung Tanduk' anda membaca terlebih dahulu 'Negeri Para Bedebah'. Apabila anda tidak membacanya dari sana, mungkin terkesan ada tokoh yang muncul tiba-tiba seperti yang saya alami ketika membaca novel ini. 

Pokoknya, secara keseluruhan saya beri nilai 8/10 untuk novel ini. Maju terus karya anak bangsa, semoga tulisan ini bermanfaat!

Untuk melihat beberapa quotes menarik kutipan dari novel ini dapat dilihat pada link di bawah ini :

Kamis, 02 Januari 2014

Detective Conan Volume 76 (Review)

Komik Detective Conan volume 76 baru saja terbit hari Selasa, 24 Desember 2013. Bagi penggemar sekaligus kolektor komik yang satu ini, pasti gak akan ketinggalan kabar ini. Walaupun sudah banyak komik yang bisa dibaca melalui internet, saya sebagai salah satu penggemar Detective Conan pasti gak enak kalo gak beli komiknya. Hasilnya, saya pun merasa tidak rugi untuk membelinya karena ternyata di volume yang ke-76 ini ada beberapa kejutan dalam ceritanya. Saat ini, saya akan berbagi cerita tentang komik Detective Conan volume 76 yang baru saja selesai saya baca.

Pada komik-komik Detective Conan volume sebelumnya, telah bermunculan banyak tokoh baru. Seperti seorang mahasiswa yang bernama Subaru Okiya yang kini tinggal di rumah Shinichi dan seorang wanita yang sepintas lebih mirip seorang pria yang bernama Masumi Sera. Teka-teki mengenai siapa Subaru dan Sera masih belum terungkap hingga saat ini. Ada yang bilang Subaru dan Sera saling terkait, namun ada juga yang bilang bahwa Subaru sebenarnya adalah Shuichi Akai yang konon katanya berhasil selamat dari kecelakaan beberapa waktu lalu. Nah, pada akhir komik Detective Conan volume 75, muncul tokoh baru lagi yang bernama Toru Amuro (29 tahun). Ia mengaku sebagai seorang detektif dan bekerja di sebuah restoran. Ia juga langsung menawarkan diri untuk menjadi murid dari Kogoro Mouri dan berjanji akan membayarnya setiap ada kasus. Di volume 76, Toru Amuro kembali muncul dan terdapat beberapa kejadian yang akan sedikit menggambarkan peranannya di volume-volume berikutnya. Who is Toru Amuro? Let’s we see him!

Komik volume 76 ini dimulai dengan sebuah kasus yang melibatkan tiga perampok bank. Di awal cerita diceritakan bahwa baru-baru ini baru saja terjadi perampokan bank yang dilakukan oleh tiga orang. Salah satu pegawai bank tewas dalam kejadian tersebut. Para pelaku perampokan bank hingga kini belum berhasil ditangkap dan masih menjadi buronan. Di sisi lain, detektif Kogoro Mouri mendapat tawaran pekerjaan untuk mencari loker seorang klien. Klien tersebut memiliki kunci, namun ia bingung loker mana yang cocok dengan kunci yang dimilikinya. Sesaat sebelum waktu janjian tiba, sang klien memberi kabar untuk mengubah tempat pertemuan menjadi di sebuah kedai dekat dengan kantor Kogoro. Setelah ditunggu beberapa lama, sang klien tidak juga hadir. Kogoro memutuskan untuk kembali ke kantor karena siapa tahu sang klien ternyata menunggunya di kantor. Saat Kogoro kembali ke kantor, ia dikejutkan oleh suara tembakan dari dalam toilet. Terdapat seorang pria tewas tertembak dan seorang wanita terikat dan mulutnya dilakban. Setelah diperiksa, wanita tersebut mengaku sebagai klien yang ditunggu Kogoro dan ia disekap oleh pria yang tertembak tadi. Sang pria diduga nekat bunuh diri karena tidak mengira Kogoro akan cepat kembali ke kantor. Kasus pun berjalan semakin rumit setelah hipotesa awal yang menyimpulkan bahwa sang pria adalah bunuh diri SALAH. Kasus ini kemudian berkaitan dengan ketiga perampok bank yang masih buron. Pada kasus ini, Conan juga sempat diculik oleh pelaku pembunuhan pria yang tewas di toilet tadi. Proses kejar-kejaran pun berlangsung. Kogoro bersama Ran dan Toru Amuro berusaha mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mengejar Conan. Di sisi lain, Ai Haibara bersama Prof. Agasa dan Subaru berusaha mengejar Conan dengan menggunakan kacamata pelacak. Masumi Sera yang mengkhawatirkan Ran dan Conan juga berpartisipasi dalam pengejaran ini.

Pada saat pengejaran terjadi, ada kejadian menarik. Seperti yang digambarkan dalam komik volume 76 ini, sepertinya ketiga tokoh baru, yakni Subaru Okiya, Masumi Sera dan Toru Amuro memiliki hubungan yang belum kita ketahui. Hal ini terlihat bagaimana Sera yang penasaran dengan Toru Amuro. Sementara ekspresi Subaru yang aneh ketika melihat Toru Amuro. Dan yang paling aneh, ada bagian yang memperlihatkan Vermouth sedang menghubungi salah satu dari ketiga orang tersebut dengan panggilan Bourbon



Bourbon merupakan nama salah seorang Black Organization yang sampai saat ini belum diketahui asal usulnya. Pada akhirnya, kasus pertama di komik volume 76 ini pun berakhir dengan menyisakan misteri keterkaitan antara Subaru, Sera dan Amuro. Nah, siapakah yang ada di pihak Conan dan siapa yang ada di pihak Black Organization diantara ketiganya?

Kasus kedua pada komik ini menceritakan tentang pertengkaran suami istri. Sepasang suami istri mengundang prof. Agasa dan kelompok detektif cilik untuk makan bersama di rumahnya. Undangan tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengucapkan terima kasih kepada prof. Agasa dan kelompok detektif cilik yang pernah membantu sepasang suami istri tersebut. Acara makan-makan terganggun oleh pertengkaran suami istri tersebut hingga pada akhirnya sang istri tertusuk pisau saat berkelahi dengan sang suami. Beruntung sang istri masih dapat diselesaikan.

Kasus terakhir pada komik ini berkaitan dengan Takagi dan Sato. Hubungan percintaan kedua polisi tersebut memang menarik untuk diikuti. Kali ini, kekuatan cinta Sato dan Takagi benar-benar diuji. Takagi disandera oleh seseorang dengan cara diikat pada sebuah papan di atas sebuah gedung. Pada papan tersebut diletakkan sebuah bom yang akan meledak besok lusa. 


Kantor kepolisian pusat pun panik mendengar kabar tersebut. Mereka harus segera menemukan pelakunya dan mencari posisi Takagi sebelum bomnya meledak. Sato berusaha keras untuk dapat menyelamatkan Takagi. Pokoknya romantis deh kisah Takagi dan Sato di sini.

Nah, yang masih penasaran sama ceritanya silahkan beli komiknya di toko buku terdekat. Walaupun di internet ada, alangkah lebih baik jika kita tetap membelinya untuk menghargai hasil karya pengarangnya. Semoga bermanfaat !

Sumber gambar : mangaku.web.id