REVIEW NOVEL HUJAN

Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.

FT : MU vs ARSENAL 3-2

MU sukses meraih tiga poin setelah sukses mengalahkan Arsenal. Marcus Rashford, pemain berusia 18 tahun menjadi bintang dengan mencetak dua gol dan sat assist.

AYAT-AYAT CINTA 2

Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.

FT : SUNDERLAND VS MU 2-1

Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.

DILAN

Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.

FT : CHELSEA vs MU 1-1

Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Jumat, 19 April 2013

LAUTAN DI DARATANKU



Seorang ibu tampak sedang berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon genggamnya, sepertinya sedang berbicara dengan anaknya.
“Iya nih, ibu masih di jalan nak. Jalanannya macet banget. Padahal ibu udah pulang agak sorean biar bisa pulang lebih awal. Eeehhh,... taunya sama aja. Malah mungkin lebih malam dari biasanya nanti sampai rumah”
Ibu tersebut terdiam sejenak mendengar suara  yang berada di seberang sana.
“Iya deehh, ibu nanti telpon kalo udah di depan gang. Kamu makan aja duluan ya, assalamu’alaikum”
Tak lama kemudian, komunikasi mereka pun terputus. Ibu tersebut tampak sedikit resah karena ia merasa sudah terlalu lama berada di perjalanan.

Di sudut lainnya, aku melihat seorang bapak yang tampak gelisah. Sesekali ia menggerakkan kakinya, kemudian menatapi jam tangannya. Saat itu ia merasa jarum jamnya bergerak terlalu cepat. Kemudian, ia mencoba menengok keluar jendela melihat suasana di sekitar. Setelah mengetahui situasinya, ia segera menggaruk – garuk kepala dan kembali menatapi jam tangannya. Lalu, ia mendenguskan nafas pertanda sebuah keluhan, “Fuuuhhhhh.....”.

Seorang anak muda berpakaian kemeja putih dengan motif garis – garis hitam duduk dekat pintu keluar. Diantara penumpang lainnya, pemuda ini tampak paling rapi. Rambutnya yang tertata rapi, tangannya yang memegang sebuah tas hitam, matanya yang berkacamata serta sepatu pantofel yang ia kenakan mencerminkan apa pekerjaannya saat ini. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya ia mencoba memilih alternatif lain.
“Bang sampai di sini aja deh, nih uangnya, makasih bang”, ucap pemuda tersebut kepada supir angkutan umum.
Sang supir pun segera menerima selebaran uang dua ribuan dari sang pemuda.