Senin, 04 Juli 2011

REKREASI ANGKATAN 2009



Sesuai dengan rencana sebelumnya, akhirnya kami diijinkan oleh Allah swt. untuk bisa mengadakan rekreasi angkatan. Dan tempat serta transportasi pun selesai diurus tepat pada waktunya. Sesuai rencana awal, kami mendapat penginapan dari salah satu teman kami sendiri, yakni Muhammad Lutfi Pratama atau yang biasa disapa Upi. Akan tetapi, sayangnya kami tidak berhasil mendapatkan bus pariwisata karena banyak kendala sehingga hanya menggunakan bus Miniarta. Untungnya, harga yang ditawarkan oleh si supir masih terjangkau oleh kantong – kantong kami.

Kami pun berangkat sesuai rencana awal, yakni tanggal 17 Juni 2011 ba’da Magrib. Total jumlah kami yang berangkat saat itu ialah tiga puluh dua orang dari target awal tiga puluh orang. Segala peralatan yang diperlukan telah siap dibawa dan bus yang dinanti pun datang. Tepatnya, kami berangkat dari FMIPA UI menuju ke tempat penginapan sekitar pukul 19.00 WIB. Empat orang diantara kami berangkat tidak menggunakan bus, melainkan dengan motor.

Perjalanan kami kurang lebih menempuh dua jam. Setelah melalui kemacetan kota depok di malam hari, pasar hingga jalan tol dan akhirnya dipertemukan dengan sebuah gang kecil yang jalanannya agak menurun, kami tiba di tempat penginapan, yakni di daerah Ciawi, Bogor. Barang – barang bawaan pun kami pindahkan dari bus ke penginapan. Kemudian kami beres – beres di lokasi penginapan agar nantinya kami nyaman selama ada di sana. Tempat penginapan tersebut terbagi menjadi beberapa bagian. Yakni rumah bertingkat dua sebagai penginapannya, saung, taman yang cukup luas, dan rumah utama yang merupakan tempat tinggal pemilik dan penjaganya.

Sesampainya di sana tibalah saatnya bagi kami untuk bersenang – senang. Setelah kegiatan perkuliahan dan juga kesibukan lainnya yang cukup menguras tenaga dan pikiran, inilah waktunya bagi kami untuk sejenak melupakan segala rutinitas tersebut (padahal nilai di SIAK bru keluar, hehee…). Segala bentuk permainan pun kami lakukan di sini, dan pada umumnya semua berhubungan denga kartu. Dalam dua hari dua malam di sana kami cukup kenyang bermain dengan kartu remi dan UNO. Bahkan sampai – sampai ada yang demam maen kartu, yaitu Noe, haaahaa….

Kelompok pertama bermain dengan kartu UNO. Dan bagi yang kalah akan diberi hukuman, ada yang harus pakai helm ataupun ditandai dengan bedak. Kelompok lainnya bermain dengan kartu remi untuk permainan Poker. Selain bermain, ternyata diantara kami masih saja ada yang memikirkan tentang organisasi. Mengapa demikian?? Karena diantara kami ada yang menggelar PELATIHAN KEUANGAN dengan mengundang para bendahara umum kepanitiaan ataupun departemen. Di dalamnya ada Bendum HMD Matematika 2011 (Dinda dan Ai), Bendum SIMPLE (Sani), Bendum EKSBAR (Icha), Bendum Angkatan (Fitta), Bendum KALAM (Dian) dan yang terakhir ialah sang RATU DANUS (Noe). Mereka melakukan pelatihan dengan menggunakan media Monopoli (sungguh luar biasa, hahahahaaa…..). Dan uang yang dihasilkan dari permainan ini akan disumbangkan ke kepanitiaan atau departemn masing – masing (wkwkwkk,… :D) Adapun tentang dunia olahraga. Dalam rangka mencari bibit yang baik dalam kejuaraan olahraga baik di Matematika ataupun MIPA, di sana juga dilaksanakan pertandingan Grandmaster terbesar abad ini, yakni antara Master Mas Donnie versus Master Daniel san. Pertarungan antar keduanya cukup a lot walaupun pada akhirnya Master Daniel san menang berkali – kali atas lawannya tersebut. Selain itu juga ada pertandingan PES WORLD CUP 2011 yang memperebutkan piala “PAK RT”. Pertarungan cukup sengit, namun pada akhirnya dimenangkan oleh Lutfir selaku Pak RT sehingga jabatannya sebagai ketua RT dipertahankan.

Tidak hanya sampai di situ, permainan kartu remi yang tadinya sederhana dengan Pokernya atau main setan – setannya berevolusi menjadi beberapa permainan baru yang sejujurnya pun baru aku kenal saat itu. Permainan bari tersebut ialah BOKISH, 100 (CEPEEE….), CAPSA, dan lain – lainnya. Seolah menjadi ladang atau pusat tempat bermain kartu karena hampir tiap kelompok yang bermain pasti ada hubungannya bermain denga remi. Bahkan sang Korwan (Sandy) dan Korwat (Dian) malah ikut – ikutan main bukannya menjaga kemaslahatan umat, Atagfirullah J. Dan ternyata mereka berdua cukup berbakat bermain remi, diataranya BOKISH, hahaa….

Pada malam pertama, tepatnya pada pukul 00.00 WIB, ada yang membuat acara sendiri. (cieeee….., :D) Yak, walaupun sudah acara angkatan ada seseorang yang masih peduli dengan kondisi orang lain, salut deh gw. Yak, Revi tepatnya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada seseorang dengan diiringi musik oleh teman – teman yang lainnya. Maka beberapa teman pun berpartisipasi untuk membantu Revi menyukseskan rencananya. Walaupun pada awalnya gagal karena teleponnya ditutup, namun akhirnya berhasil juga karena orang yang dimaksud merespons juga. Dari hal ini ternyata bunyi pepatah “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”, hehee….. Kereen Rev,………..!!!!

Setelah acara tengah malam tersebut, kami pun beranjak tidur ke kamar masing – masing. Dan di sana terjadi sesuatu yang mengejutkan, yakni munculnya tarzan, hahaa…. ( Michelle) Di saat lain kedinginan dengan kondisi lingkungan sekitar salah satu teman kami malah ada yang kepanasan. Entah seperti apa badannya itu, kebalik banget sama yang lain, aneeh, hehee…

Di sana kami juga mengunjungi salah satu sungai yang cukup besar dan memiliki panorama yang cukup khas. Jarak sungai dari tempat penginapan kami kurang lebih dua kilometer. Jika ditempuh dengan berjalan kaki perjalanan memang terasa cukup jauh, apalagi diajak nyasar dulu oleh seorang penunjuk jalan gadungan, Sandy. ( maaf ya teman – teman, heheee….) Tapi ada untungya nyasar karena kami bertemu dengan seorang pedagang es yang kebetulan kami memang sudah cukup haus sehingga perlu minum. (mencoba mengurangi kesalahan, hehee.. ) Dan tentunya ini sangat menguntungkan si penjual es karena semoga saja dagangannya sudah habis sejak dini daripada biasanya.

Usai minum es, kami melanjutkan perjalanan. Sesampainya di sungai, kami disajikan pemandangan yang cukup indah. Bebatuan besar yang umunya didominasi oleh batu kali terhias di sebagian besar sungai. Mulai dari tepin hingga ke pertengahan pun batu – batu tersebut terhias sebagai penghias sungai. Awan yang berwarna biru langit dan bersih dan sedikit ditutupi oleh awan menambah keindahan panorama di sungai tersebut. Area perasawahan dan perkebunan pun juga menambah sejuk suasana siang itu. Sebagai orang kota yang udik, mulailah kami berperilaku aneh – aneh. Mulai dari melakukan dokumentasi dengan gayagaya yang cukup keren hingga alay. Serta mencoba menaiki bebatuan yang ada di sekitarnya dengan harus melalui arus sungai yang cukup deras. Mungkin jika dibayangkan rasanya seperti seorang petualang yang hendak menelusuri sungai dengan melalui batu – batu yang cukup licin. MANTAP BOYY!!! J Sampai pada akhirnya, ada seseorang yang saking ketagihannya benar – benar mencoba menyeberang sungai dari tepi ke tepi. Dan lucunya, dia ga bisa balik lagi, hahaa….. Itulah kemalangan sang ketua HMD kita, Harnoko, hahaa…. Di sana juga sempat terjadi gempa bumi dengan skala N Richter yang disebabkan oleh terjadi retakan pada tepi sungai karena goncangan oleh benda asing sehingga menimbulkan getaran yang cukup keras. (Upi jatoohh, hehee….)

Pada malam kedua, kami melakukan sharing antar teman sehingga kita tahu kelebihan dan kekurangan masing – masing ataupun kami juga bisa melihat lebih dekat kondisi angkatan kami sebenarnya. Sharing tersebut dilakukan bersamaan dengan pembakaran sate dan jagung, prok… prok… prok… !!! J Dan isi dari dari sharing itu tidak kuceritakan karena itu adalah privasi angkatan kami, hehe….

Hari terakhir kami melakukan games dengan nama Benteng. Permainan Benteng ini sangat sering dimainkan oleh kita sewaktu duduk di sekolah dasar. Dan mengapa permainan ini kami mainkan adalah karena kami ingin mencoba mempererat persatuan dan lebih mengenal lagi kondisi masing – masing dari kami di angkatan 2009 ini. Dan tentunya melatih cara berpikir dan merancang starategi selaku mahasiswa Matematika UI. Dalam permainan ini ada yang berulang kali menjadi tawanan lawan, ada yang menjadi pengkhianat hingga ada yang terluka karena medan yang keras. Memang medan pertempuran dalam permainan Benteng kali ini cukup aneh. Saya pun bingung sebenarnya ini merupakan medan gurun pasir atau padang rumput. Di sana ada beberapa tanaman kaktus yang cukup besar tetapi rumputnya juga lebat, medan yang luar biasa. Ini mencerminkan betapa sulit dan kerasnya hidup penuh perjuangan kala itu. Yang paling keren ialah, semua benteng pertahanan dari setiap kelompoknya semuanya memakai jurus ilusi. Sehingga, hanya orang – orang tertentu yang mampu melihatnya. Finally, akhirnya kami semua menang karena pada dasarnya kami adalah satu, yakni satu angkatan 2009, prok …. Prok… prokkk….., J

Setelah berbagai macam rangkaian acara kami lakukan yang umumnya semua adalah permainan, kami pun pulang pada Minggu siang. Dua hari dua malam yang terasa begitu singkat bagiku karena rasanya aku ingin lebih lama lagi berada di sana dengan dikelilingi oleh teman – temanku, angkatan 2009. Dari acara ini, aku semakin mengenal kepribadian masing- masing orang yang tentunya banyak hikmah yang bisa diambil. Aku pun semakin mengenal mereka lebih dalam dan aku semakin nyaman berada di dalam angkatan 2009.

“Kalian semua adalah orang – orang hebat yang sering menginspirasi hari – hariku. Tanpa sadar perilaku dan sifat kalian telah memberikan contoh ataupun perilaku yang mampu dibanggakan. Aku sendiri pribadi sering merasa terhibur oleh keadaan kalian. Sikap kalian yang apa adanya membuatku semakin mengerti bagaimana indahnya persahabatan. Aku sangat berharap kebersamaan kita ini tidak akan putus sampai kapan pun. Di saat kita nanti lulus, aku ingin tali persaudaraan kita akan tetap bersambung atau mungkin nanti ada yang jadi keluarga gitu, hehee….. Tetaplah bangga pada diri kalian teman – teman, walaupun terkadang kita merasa diri kita ini buruk sekali, tetapi orang lain mampu menilai kita dari sisi yang lebih baik. Maka dari sekarang, marilah kita mulai dengan mengistimewakan diri kita masing- masing, tapi jangan kelewatan sampai – sampai sering ke-PD-an. Dengan mengistimewakan diri kita, maka potensi – potensi baik dalam diri kita akan berkembang dengan baik.”

Mungkin kata – kata di atas banyak yang berlebihan dan banyak kata – kata yang “sok bijak” juga dariku sendiri, hehee…. Tapi pada intinya aku hanya ingin melukiskan betapa indahnya bersahabat dengan kalian. Nyaman dan beruntung sekali aku ada diantara kalian. Terima kasih kepada Soleman, Cepiii serta Upi yang telah mengurus semuanya dengan sukses. Aku minta maaf karena bus yang kujanjikan tidak berhasil aku wujudkan. Serta aku juga minta maaf karena telah membuat kalian salah arah waktu ke sungai, hehee…. Dan maafkan atas segala perilaku diriku selama ini yang mungkin telah menyinggung atau merugikan kalian , mohon maaf banget. Semua itu sebenarnya aku lakukan hanyalah untuk membuat diriku dekat dengan kalian yang memang terkadang tidak lepas dari emosi dan egoku sebagai seorang manusia.
“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”
MATEMATIKA UI 2009
“FROM ZERO TO HERO”
From : Sandy Sulistyo
Matematika UI’09

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan komentar anda di kolom ini !