Selasa, 22 Maret 2011

ADA RAHASIA DIBALIK RAHASIA (Part I)


Entah kenapa hari ini terasa begitu lelah. Malas rasanya meangkahkan kaki ini untuk pulang ke rumah. Usai kuliah analisis sore tadi, langsung ada pertemuan dari syi'ar net-nya MII (Musholla Izzatul Islam). Di sana dibahas beberapa pekerjaan yang akan dikerjakan secara bersama - sama. Entah mungkin karena kondisi diriku yang sedang menurun sehingga sangat malas sekali menanggapi hal ini (Astagfirullah). Ingin rasanya segera menumpahkan tubuhku ini ke tempat tidur. Usai pertemuan sejenak itu, aku menunggu waktu maghrib di MII bersama dengan Adi Darmawan dan Ahmad Mujahid. Dan tak lama kemudian waktu maghrib pun tiba. Para mahasiswa pun berbondong - bondong memasuki Musholla yang cukup kecil itu. Mereka pun larut sejenak dalam kekhusyukan sholat maghrib.

Usai sholat maghrib, aku pun bergegas pulang. Dengan gontai aku melangkahkan kaki. Pandangan mataku pun jauh menatap langit di angkasa yang biasanya mampu membuat rasa lelah di hatiku ini sirna. Namun, hal tersebut belum berhasil juga. Sesampai di depan Detos, tempatku biasa menunggu bis untuk pulang, terjadi sesuatu yang semakin membuatku kesal. Saat ku sampai di sana, bis yang kutunggu pun lewat. Tetapi entah kenapa ia berlalu begitu saja. Aku pun berusaha untuk mengejar dan bis itu pun berhenti. Tetapi ketika ku sudah semakin dekat, bis itu tiba mempercepat lajunya dan semakin menghilang dari pandanganku. "Aaarrrggghhhh..............!!!!!!!!!!!", Makin kesala aku di sana (Astagfirullah)

Semakin gundah dan semakin hilang semangatku kala itu dan kuputuskan untuk mengambil jalur pulang dengan rute lain, yakni Depok-Lebak Bulus-Ciledug. Biasanya aku melalui rute Depok-Blok M-Ciledug. Dan dengan rute yang biasa itu akan memakan biaya yang lebih murah dibanding dengan rute yang akan kuambil kali ini namun waktu tempuhnya sangat lama. Dengan rasa malas dan lelah yang semakin menghantui diriku, maka kuputuskan untuk mengambil rute yang melalui Lebak Bulus karena lebih cepat walaupun sedikit mahal.



Segeralah aku naik bus Deborah jurusan Depok-Lebak Bulus. Bus pun berjalan tenang seperti biasanya. Aku duduk di kursi bagian belakang. Terdengar sayup - sayup percakapan seorang kondektur dengan beberapa penumpang.
Kondektur berkata, " Udah - udah turun sana. Bikin penuh aja"
Penumpang membalas," Ntar dong bang, sebentar deh"
" Lo mau pada ngapain coba gw tanya?"
"Mau ngamen dulu bang"
" Lo pada mau ngamen tapi bareng gitu gimana jadinya coba? Penumpang gw ntar jadi pada males naik nih!!!"
" Ya gantian dong, nanti dia dulu yang ngamen, abis itu baru gw"
" Aduh, lo itu ngamen ko gitu, gimana kita mau ngasih kalo caranya begitu. Masa gantian gitu?? Kita kan juga udah ngasih yang lain masa kalian tau - tau gitu"
" Biarinlah bang"
Dan dari percakapan itu pun aku tahu bahwa kok ada ya pengamen gitu. Entah mau ketawa atau heran tapi gimana mau dapat rezeki banyak kalo giu caranya. Otomatis kan yang duluan akan dapat lebih banyak dari yang kedua. Macam - macam ya orang di dunia ini. :)

Kurang lebih setengah jam, bis pun telah memasuki terminal Lebak Bulus. Pada saat mau turun, tak kusangka aku bertemu dengan salah satu adik kelasku, yakni Reza Firmansyah. Dia adalah anak matematika UI angkatan 2010, satu tahun lebih muda dariku yang angkatan 2009.
" Eh Reza, mau pulang ya?", Sapaku.
" Iya ih kak", Balasnya.
" Rumahmu di mana?"
" Itu kak deket Masjid Agung yang di Ciputat. Kalo kakak?"
" Kalo kakak sih di Ciledug, masih nyambung satu angkot lagi dari sini. Kamu juga naik angkot sekali lagi kan??"
" Iya, satu kali lagi"
" Kok baru pulang?? Abis ngapain?"
" Ini kak, abis ikut seminar di FISIP,hehee... "
" Wow, seminar ya? tentang apa? saya kok ga tau,hehee.."
" Temanya tentang ABCD (lupa tadi dia bilang apa) kak. Tadi aja sempet salah masuk ruangan. Abis saya ira di ruangan X tapi taunya setelah saya baca itu bukan seminar yang saya maksud. Abis sama - sama ada seminar sih, taunya yang bener seminar yang saya maksud ada di ruang Y,hehee..."
" Ow gtu ya"
" Oia, enak pula lo kak. Konsumsinya mantap. Lumayan dapat roti. Tapi bingung tadi cara bikinnya gimana"
" Maksud dari cara bikinnya?"
" Iya, jadi kita disuruh ambil sendiri rotinya untuk isinya ya bikin sendiri."
" Wow, kereeeen itu sih, kakak juga mau, lumayan kan buat penahan lapar,hahaa..."
" By the way, berati kamu searah sama rumahnya Yudis ya?"
" Iya kak, tapi dia udah deket dari sini kak."
" Kok ga bareng pulangnya?"
" Tadikan aku ga ikut Mathlab, dia ikut kayanya. Jadi aku duluan deh."
" Ooohh, gtu toh, Eh, udah adzan tuh, sholat di masjid situ dulu yuk!!"
" Yaudah deh"
Kami berdua pun bergegas jalan menuju Musholla yang berada di lingkungan terminal Lebak Bulus. Setelah menitipkan sepatu, kami langsung mengambil air wudhu. Dan tak lama setelah itu terdengarlah suara iqamat. Dan para jamaah pun berebut untuk mendapatkan shof terdepan. Dan kami pun tenggelam sesaat dalam kekhusyukan sholat.

Usai sholataku pun berdoa kepada Allah agar mengampuni segala dosa - dosa yang telah diperbuat dan meminta kemudahan dalam menjalankan segala perintah-Nya dan juga dalam mengemban amanah - amanah yang ada. Usai berdoa, aku pun langsung berjalan ke luar musholla dan langsung mengambil sepatu yang kutukarkan tadi. Hal ini juga diikuti oleh Reza. Langsung kupakai kaos kakiku dan kumasukkan kakiku ke dalam sepatuku kemudian kutalikan tali sepatuku sehingga kini alas kakiku sudah siap melindungi kakiku. (hehee...)
" Kakak naik angkot yag mana kak?", Tanya Reza.
" Yang biru za, kamu?", Balasku.
" Sama yang biru. Yang itu kan?"
" Bukan, aku yang biru tua. Kamu yang itu ya?"
" Iya kak."
" Yaudah, kakak ke sana dulu ya. Angkot kakak dari sebelah sana."
" Oke deh."
" Assalamualaikum, hati - hati ya za."
" Walaikumsalam, oke kak!!!"
Kami pun berjalan berlawanan arah. Menuju ke tempat tujuannya masing - masing yakni rumah kami masing - masing.

To be Continued

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan komentar anda di kolom ini !