REVIEW NOVEL HUJAN

Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.

FT : MU vs ARSENAL 3-2

MU sukses meraih tiga poin setelah sukses mengalahkan Arsenal. Marcus Rashford, pemain berusia 18 tahun menjadi bintang dengan mencetak dua gol dan sat assist.

AYAT-AYAT CINTA 2

Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.

FT : SUNDERLAND VS MU 2-1

Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.

DILAN

Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.

FT : CHELSEA vs MU 1-1

Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Kamis, 20 Januari 2011

PELAJARAN HARI INI


Hari ini lagi - lagi aku mendapat pelajaran yang cukup memotivasi. Sungguh aku sangat bersyukur pada liburan kali ini aku banyak sekali mendapat pelajaran serta motivasi yang membangun yang memang sangat aku butuhkan di saat - saat sekarang. Maklum, nilai mata kuliahku semester ini sangat tidak memenuhi target. Hari in aku menhadiri kampus expo di sekolah ku, SMAN 63 Jakarta. Di sana aku bertemu dengan kak Ilham, kakak kelasku yang merupakan angkatan 2006. Ia juga kuliah di UI dan seudah mau lulus. Yang keren, dia adalah mahasiswa aktif di BEM UI dan sudah mau lulus dalam jangka waktu yang dibilang cukup normal (4 tahun ) dengan kondisi IP dan IPK yang masih stabil. Sungguh luar biasa. Salut dengan dia. Dan aku juga bertemu dengan kakak - kakak kelasku yang lain, diantaranya kak Riska yang sekarang di UNDIP. Ia angkatan 2007. Dan yang paling menakjubkan adalah pembicaraan Pak Eddy. Beliau memintaku untuk ikut serta membangun klub matematika yang baru mulai diliris beberapa saat ini. Beliau sangat menginginkan pengalaman saya dan kemampuan matematika saya agar bisa ditularkan kepada adik - adik kelas. Beliau menginginkan untuk ke depannya, matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan dan lulusan 63 yang terjun ke dunia matematika menjadi lebih banyak. Sehingga muncul lulusan - lulusan yang mengikuti jejak saya. Dalam pikiran saya, hal tersebut memang cukup berat, karena melihat diri saya sendiri saja masih naik turun mengenai nilai matematikanya. Apalagi adik - adik kelas saya tenyata sangat semangat untuk belajar. Pak Eddy menceritakan bahwa adik - adik saya itu masih kelas X. Dan mereka sudah menerima pelajaran kelas XI dan XII. Beliau mengatakan bahwa mereka sangat haus akan ilmu.



Rabu, 19 Januari 2011

AMAZING SATURDAY


Sesaat lagi fajar akan segera datang. Sang rembulan perlahan mulai bergerak ke belahan bumi lainnya. Bintang - bintang yang bertaburan di langit tak kenal lelah bersinar meskipun fajar sebentar lagi datang. Angin subuh yang dingin perlahan berhembus menyentuh pepohonan yang sedikit bergoyang. Sewaktu - waktu terdengar suara kokokan ayam yang lantang. Suara - suara gaduh orang yang beraktivitas pun sudah mulai terdengar. Masjid - masjid pun mulai mengumandangkan dzikir, tilawatil Qur'an ataupun bersholawat sembari menanti waktu subuh.

Saat waktu subuh datang, masjid - masjid berlomba - lomba mengumandangkan adzan. Di sisi lai, diriku masih terlelap tidur dengan berselimut mimpi. Adzan subuh yang berkumandang belum mampu membangunkanku. Alarm HP-ku yang berulang kali berdering juga tak mampu membuatku terusik. Hingga pada akhirnya ibuku yang mampu membangunkanku. Mata ini masih terasa berat untuk terbuka. Tubuh ini pun masih sangat malas untuk beranjak dari singgasana mimpi ini. Dengan gontai aku segera menuju kamar mandi untuk berwudhu guna melaksanakan sholat subuh.

Kamis, 13 Januari 2011

BACK TO THE SENIOR HIGH SCHOOL (PART II)


Sambil menunggu Pak Eddy mengurus biaya administrasi, aku gunakan kesempatan itu untuk bersilaturahim dengan guru - guru yang telah mendidikku. Pertama kali aku jumpai ialah guru Bimbingan Konselingku, Bu Nuri, yang kebetulan sedang berada di pinggir lapangan bersama dengan guru agamaku, Pak Junaedi.
" Assalamualaikum", sapaku.
" Walaikumsalam, eh anakku, apa kabar?? lagi ada urusan apa nih??", sambutnya dengan ramah.
" Ini bu, lagi mengurus pendaftaran kompetisi Matematika, sekalian ngajak 63", jawabku.
" Ooh, UI yang ngadain ya?? LOGIKA bukan, soalnya kemarin ada yang kirim brosurnya ke sini, tapi coba tanya Pak Eddy deh", balasnya.
" Siap bu, sedang diurus kok, tadi saya udah bertemu dengan beliau, doain aja supaya bisa menang,hehehee....", tambahku.


Setelah berbincang - bincang sejenak dengan Bu Nuri, saya beranjak ke Pak Junaedi. Saya mengucapkan salam kepada beliau. Beliau pun hanya bertanya - tanya sedikit mengenai perkuliahan saya. Seputar kuliah di mana dan jurusan apa. Maklum, tampaknya dia sedang sibuk mengurusi yang lain sehingga tidak punya cukup banyak waktu untuk mengobrol.

Kemudian kujumpai Pak Muslim, guru fisikaku. Beliau masih terlihat humoris seperti dulu. Dengan sedikit bersenda gurau, kami sejenak berbincang - bincang. Namun tak lama kemudian kulihat Pak Eddy berjalan mencari - cari kami berdua. Nampaknya beliau telah selesai mengurus administrasi. ( Maaf ya Fikri, kalo elama aku ngobrol dengan guru- guru, sedikit dicuekin...)^^ Beliau mengajak kami ke bagian Tata Usaha sekolah untuk mengambil biaya administrasinya.

Di ruang Tata Usaha, saya bertemu guru Kimia saya yang juga bekerja di bagian Tata Usaha, Ibu Dwi. Sementara Fikri menunggu di luar.
" Eh, sandy, apa kabar??? Udah lama ga keliatan, sombong ya udah kuliah ga ke sini - sini, udah lupa ya sama sekolahnya??", candanya.
" Ah, nggak kok. Cuma sibuk kuliah aja bu. Tenang bu, saya gak akan lupa sama sekolah ini,heheheee....," balasku simple.
" Ah bohong itu bu, dia sibuk pacaran di UI, ia kan san??," ledek Pak Eddy sambil sedikit tersenyum.
" Wah, bapak bisa aja," jawabku sekenanya.
Kukeluarkan kertas kwitansi pembayaran sebagai bukti transaksi.
" Begini San, bapak mengutus tiga orang untuk ke sana, jadi dua ratus dua puluh lima ribu ya", kata Pak Eddy.
" Ehhmm,.....",pikirku sejenak.
" Ah kamu San, anak Matematika kok masih lama mikirnya", ledek Bu Dwi.
" Heheheheee,... ia benar pak, dua ratus dua puluh lima ribu rupiah, maaf masih suka begitu," jawabku.
" Tenang San, bercanda kok", sanggah Bu Dwi.
" Sip bu, santai aja", balasku.

Selesai mengurus Administrasi, kami diperkenalkan oleh para peserta yang diikutsertakan pada LOGIKA ini. Ada tiga orang, Dua orang Cewek dan satu orang pria. Semuanya masih kelas sepuluh. Saya disuruh untuk membimbing mereka jika dihari H nanti Pak Eddy tidak bisa mengantarnya. Lalu saya memberikan nomor saya jika diperlukan oleh mereka jika mereka ingin bertanya - tanya lebih lanjut.

Yups, tugas di 63 pun selesai. Namun belum lengkap rasanya kalau belum ke ruang guru. Rasanya masih banyak guru yang belum kutemui hari itu. Lantas segera beranjak aku ke ruang guru. Dan benar, ternyata lumayan banyak guru walaupun tidak banyak. Diantaranya ada Pak Harry ( guru matematika ), Pak Harun ( guru Sejarah ), Bu Fauziyah ( guru Sejarah ), Pak Adhi ( guru Komputer ) dan beberapa guru lainnya. Pak Harun yang sering menjadi pengontrol kerapian siswa pada jamanku SMA dulu, mengomentari keadaanku yang sekarang.
" Wah kamu ini, mentang - mentang udah kuliah, rambutnya gondrong ya, mau bapak potong kayak dulu lagi, " sambil tertawa Pak Harun menegurku.
" Iya nih pak, mumpung kuliah, gondrong dikit,hehehehee,....", jawabku.
Memang dahulu aku pernah sekali kena pemeriksaan rambut karena sudah gondrong. Untungnya, pada hari tersebut, tidak dipotong paksa, namun hanya teguran. Sisanya aku selalu lolos, entah karena tidak terlihat gondrongnya karena rambutku yang ikal atau hal lain, entahlah. Yang jelas teman - temanku sering kesal karena aku sering tidak kena pemeriksaan karena rambutku yang ikal ini. ( bapaknya emang baik,hehee,...)

Selesai bercengkrama dengan para guru, akupun berpamitan karena masih harus ke SMA 90 yang masih tetangga dengan SMA 63 untuk melakukan hal yang sama. Saat beranjak keluar, aku bertemu dengan Mba Dwi ( orang yang berbeda dengan Bu Dwi) atau nama lengkapnya Dwi Mawartina yang masih pegawai Tata Usaha. Diriku lumayan akrab dengannya karena sering berurusan dengan surat - menyurat yang biasa diselesaikan olehnya. ( Makasih banget dulu udah sering mintain tanda tangan kepsek,hehee,....) Tidak lama kami berbincang - bincang karena Mba Dwi ingin menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian aku berpamitan dengan Pak Satpam dan langsung beranjak pergi ke SMA 90 bersama Fikri yang masih setia menemaniku hari itu.

Tidak sampai sepuluh menit, sampailah kami di SMA 90. Sama halnya dengan diriku yang cukup dikenal oleh guru - guruku di 63 ( maaf gak maksud sombong, :),...) Fikri pun sama. Ia banyak dikenal dan bergantian sekarang aku yang lebih banyak diam karena tidak kenal dengan guru - guru di sana. Paling - paling yang kuingat hanya guru matematikanya, yakni Pak Yasin atau biasa dipanggil Pak Abdel ( karena wajahnya mirip Abdel di sitkom Abdel dan Temon yang telah berubah namanya menjadi Bukan Abdel dan Temon Biasa) oleh sebagian teman - temanku yang pernah diajari secara privat olehnya. Setelah menghubungi pihak Tata Usaha, kami pun disuruh menunggu karena tampaknya guru yang biasa mengurusi kompetisi matematika ini sedang ada kelas.

Hingga bel istirahat berbunyi, beliau tak kunjung muncul. Sehingga, kami berinisiatif untuk menghubungi beliau dengan meminta nomornya melalui TU. Setelah kami memintanya, segera kami meneleponnya. Setelah kami meneleponnya ternyata beliau sedang ada di SMA 63. ( Kok malah ada di sana ya, tau gitu tadi nugguin aja, aduuhh,....) Beliau bilang bahwa beliau akan ke sana sebentar lagi. Sambil menunggunya kami berdua segera pergi ke masjid sekolah untuk melaksanakan sholat zuhur yang kebetulan sudah masuk waktu sholat. Jamaahnya lumayan banyak, banyak siswa yang segera ke masjid untuk sholat setelah adzan berkumandang. Kami lepaskan alas kaki dan bergegas mengambil air wudhu. Lalu beranjak ke lantai dua untuk solat berjamaah. Semua siswa/i melaksanakan sholat dengan khusyuk.

Seusai sholat kami berdua beristirahat sejenak di masjid sambil mengobrol mengenai kuliah kami masing - masing. Sekitar sepuluh menit kemudian, kami langsung turun ke bawah dan berusaha menghubungi CP-nya. Saat sedang menghubunginya, beliau meneriaki kami karena ternyata beliau sudah ada di SMA 90. Tanpa buang waktu, kami langsung menjelaskan maksud kedatangan kami. Ternyata yang jadi CP-nya adalah Pak Yasin yang kumaksud tadi. Sama halnya dengan SMA 63, SMA 90 juga mengirim tiga orang untuk LOGIKA kali ini.

Sambil mengurusi biaya administrasinya, kami bertiga pun berbincang - bincang. Dan tak kusangka, Pak Yasin masih mengingat diriku yang pernah ikut belajar privat di rumahnya. Cukup terharu diriku mendengar bahwa beliau masih ingat padaku ( Padahal hanya berapa kali pertemuan dengannya, tapi terima kasih banyak pak, hasilnya memuaskan, saya bisa masuk UI ^^)

Selesai semua urusan di SMA 90 kami beranjak pamit. Pak Yasin juga langsung pergi ke kelas karena akan mengajar. Satu hal yang unik, cara mengajar beliau adalah dengan cara arisan, yakni tiap siswa diundi untuk menjawab soal di depan sehingga mau tidak mau siswa harus belajar dengan abik. ( Nice Idea pak) Dinyalakanlah kendaraan Fikri untuk dipacu ke arah rumah kami. Kulewati gerbang depan SMA 90 dan perlahan - lahan semakin jauh dari pandangan mataku. Cukup puas perjalananku hari ini. cukup menyenangkan bertemu dengan guru- guru lamaku. Hatiku yang semula cukup sedih karena melihat nilai mata kuliah yang tidak memuaskan mulai menghilang dan sedikit menemukan semangat baru.

Kulihat matahari telah berselimut awan hitam yang cukup tebal menandakan akan turun hujan sesaat lagi. Fikripun semakin cepat mengendarai motornya agar sampai di rumah sebelum hujan. Sekian dulu pengalamanku pergi roadshow hari ini. Mohon maaf jika Fikri tidak terlalu diceritakan di sini,hehehee...
Semoga bermanfaat.

Selasa, 11 Januari 2011

Back to Senior High School (PART I)


"Selamat pagi!!

Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini,
Dan kukatakan:"Selamat pagi!!"
Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini.
Kini bergegaslah sipakan dirimu untuk memulai menjalani hari ini"


(By RAN)

Begitu bunyi alarm di Handphoneku membangunkanku dari tidur lelapku. Kulihat jam menunjukkan pukul 05.00. Kudengar suara bising dari arah dapur dan setelah kulihat tampak ibuku sudah sibuk memulai aktivitasnya untuk membuat sarapan. Kemudian aku beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu guna melaksanakan sholat subuh. Tak lama setelah sholat subuh, kudengar adikku sudah bangun dari tidurnya dan segera bersiap - siap untuk pergi ke sekolah. Kemudian aku beranjak untuk melihat berita sepak bola di televisi ( bukannya bantuin nyokap,^^...) hingga pukul 06.30. Kemudian baru aku membantu ibuku untuk bersih - bersih rumah ( nyapu & ngepel ).

Teringat bahwa hari ini ada jadwal untuk mengunjungi beberapa sekolah termasuk SMA 63, SMA tercintaku :). Hal ini kulakukan guna roadshow acara LOGIKA yang akan diselenggarakan tanggal 23 Januari 2011 ini. Segera aku mandi dan mempersiapkan segala sesuatu untuk roadshow. Selesai mandi tak lupa aku sarapan masakan ibuku yang tentunya paling enak sedunia yang mampu menambah semangatku kapanpun. Penuh sudah tubuhku diisi oleh tenaga yang melimpah ruah di tubuhku dan siap untuk bergegas pergi. Tak lupa aku berpamitan kepada ibuku ( sekalian minta ongkos ,^^) kemudian aku nerdoa kepada Allah untuk mempermudah segala urusanku hari ini.

Bismillah

Kulangkahkan kakiku dengan penuh irama hentakan sepatu. Angin berhembus pelan menemani perjalananku. Awan pun ikut memayungiku dari hangatnya sinar matahari. Terlihat beberapa orang telah berlalu lalang untuk beraktivitas. Tujuan pertamaku ialah SMA tercintaku, yakni SMA 63. Untuk ke sana perlu naik angkutan umum tiga kali. Pertama D 22 untuk sampai caplin, kemudian C. 01 untuk sampai batas kemudian naik B.10 sampai pertigaan yang dekat sekolahku ( nama gangnya lupa,...). Kemudian tinggal jalan sedikit untuk sampai ke sekolahku. Belum lama aku menunggu angkutan, temanku yang bernama Bryan lewat dengan sepeda motor kesayangannya. Kemudian aku menyapanya,

" yan, mau ke mana lo?"

" eh sandy, mau ke sekolah gw, lo mau ke mana?", sembari menghentikan kendaraannya.

" sama, tapi ke sekolah gw, bukan sekolah lo," Sapaku.

"Bareng sampe depan (caplin) yuk", timpalnya.

" Boleh- boleh ( lumayan, ngirit ongkos) ^^", sambil beranjak naik sepeda motornya Bryan.

Setelah sampai caplin, aku pun diturunkannya. Tak lupa aku mengucap terima kasih kepadanya. Sedetik kemudian dia langsung bergegas pergi hingga sosoknya hilang di tengah keramaian lalu lintas. Segera aku menyeberang jalan untuk naik C.01 ke arah Batas. Perjalananku dengan C.01 menempuh waktu kurang lebih lima belas menit. Sesampainya di Batas, aku lihat handphoneku dan ternyata ada satu SMS masuk. Ternyata dari Fikri, adik kelasku di Matematika UI. Kami berdua memang berjanjian untuk roadshow hari ini. Tak lama kemudian, ia datang dengan motornya dan dia berpakaian lengkap sesuai standar keamanan. Tanpa tunggu waktu lagi, kami berdua langsung cabut ke SMA 63.

Sampai sudah kami di SMA 63. Tidak terlalu banyak perubahan pada SMA ini sejak aku datang terakhir datang pada liburan semester dua kemarin. Tampak beberapa guru sedang berbaris di halaman sekolah dan beberapa murid juga sedang berkumpul di hadapan mereka. Beberapa murid lainnya tampak berbaris dipinggir lantai 2,3 dan 4 melihat situasi di halaman. Hal ini terjadi karena ternyata sedang ada sesi foto untuk para guru untuk BTS tahun ini. Sebelum masuk, kuhampiri pak satpam yang ternyata masih dijaga oleh Pa Tafsir dan Pak ....... ( lupa namanya) Salam kuucapkan kepada mereka dan sejenak kami berbincang - bincang dengan mereka. Tak lama kemudian, datanglah seorang laki - laki menggunakan kemeja biru dengan celana bahan berwarna hitam menghampiri kami. Ternyata tak lain dan bukan salah lagi dia adalah Pak Eddy, guru Matematikaku sewaktu SMA-ku dulu. Sesuai janjiku dengan beliau bahwa kami ingin mengkonfirmasi keikutsertaan SMA 63 pada LOGIKA kali ini. Tanpa membuang waktu kamipun, langsung berdialog tentang hal tersebut. Pak Eddy tampak antusias dengan kompetisi ini. Dan aku bru tahu bahwa SMA 63 sudah sering ikut LOGIKA ( dulu kok saya ga dipanggil sih pak,hehee.....) Selesai bertanya - tanya seputar LOGIKA, beliau langsung meninggalkan kami untuk mengurus biaya administrasi pendaftaran LOGIKA. Kamipun disuruh menunggu sejenak.


(To Be Continued)